46 "Sangatlah berarti hidup ini ketika kita bisa berbagi kebahagiaan dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang kita sayangi." 47. "Jangan pernah merasa malu ketika hanya mampu memberi sedikit untuk bersedekah, karena selalu ada kebaikan dalam berbagi, tidak peduli seberapa kecil yang kamu berikan." -Ali bin Abi Thalib. 48. 4 Terima Pendapat Orang yang Peduli. Terkadang kamu tidak selalu harus mengabaikan pendapat orang lain tentang diri kamu. Secara khusus, itu bukan pendapat dari seseorang yang sudah kamu kenal, seperti keluarga, teman, atau kenalan. Orang-orang yang berharga ini biasanya tidak memiliki pendapat tentang kamu yang membuat kamu putus asa. 9 "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain dan yang membantu orang dalam kesusahan." 10. "Yang harus dibabat adalah egoisme dan kebencian. Yang mesti diraut adalah solidaritas dan kepedulian." - Najwa Shihab. 11. "Indahnya berbagi sekecil apa pun pemberian kita yang dilakukan dengan ikhlas akan sangat berharga." 12. Mengasihiorang lain itu sulit karena baik mereka maupun kita adalah manusia. Di dalam kesulitan ini kita semakin menghargai kasih Allah bagi kita. Ketika kita mengasihi orang lain di tengah ketidaklayakan mereka, Roh Allah tercermin, Ia akan dimuliakan, orang lain akan dikuatkan, dan dunia ini akan mengamati Kristus di dalam kita. English. PeduliAdalah sikap untuk memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, selalu tergerak membantu kesulitan manusia lainnya. Sikap peduli adalah sikap untuk berusaha membangkitkan kemandirian yang ada di masyarakat. Orang-orang yang peduli adalah orang-orang yang tidak bisa tinggal diam, melihat kelemahan, sikap berpangku tangan dan membiarkan keadaan-keadaan yang buruk terus terjadi di masyarakat. Fimelacom, Jakarta Tidak semua zodiak bisa dengan mudah bergaul dan membawa diri mereka untuk membaur ke dalam sebuah perkumpulan. Akan selalu ada orang-orang yang tipenya penyendiri dan introver sehingga sulit bergaul dengan baik dengan banyak orang. Jika dilihat dari kepribadiannya, ini sekian zodiak penyendiri yang susah bergaul dengan AllahSWT berfirman (yang artinya): Mereka (orang-orang Anshar) mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri sekalipu 17Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan kepada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan. 18 Tanggung Jawab Sikap dan perilaku untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Hyang Widhi . 3 Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang keras kepala, sulit mendengar pendapat atau nasihat orang lain. Dari kebiasaan selalu menuruti keinginan anak, ternyata Moms juga membiasakan anak untuk selalu menang. Misalnya saat menginginkan mainan baru, anak akan rewel dan membuat Moms menuruti keinginannya. Merekatidak peduli apakah pelari lain mengikuti mereka atau tidak. Yang ada dalam benak mereka adalah berusaha sekuat mungkin untuk mencapai garis finish sesegera mungkin. Demikian juga yang seharusnya kita lakukan dalam bisnis. Ketika melakukan sesuatu, jangan terpengaruh dengan hal lain yang tidak memberikan keuntungan. dlDw. Saat ada yang meminta bantuan atau mengajukan permintaan, ada sebagian orang yang merasa kesulitan untuk menolak. Entah itu karena merasa tidak enak hati atau khawatir akan merusak hubungan sosial, kebiasaan sulit menolak permintaan orang lain dapat menjadi masalah yang mengganggu keseimbangan hidup. Namun, penting bagi kita untuk belajar mengatakan "tidak" ketika memang sulit memenuhi permintaan tersebut. Oleh karena itu, beberapa cara untuk mengantisipasi kondisi dan mengubah kebiasaan ini harus segera dilakukan. Berikut lima cara efektif untuk mengubah kebiasaan sulit menolak permintaan orang lain. 1. Kenali prioritas pribadi Langkah pertama dalam mengubah kebiasaan sulit menolak permintaan orang lain adalah mengenali prioritas pribadi. Tentukan apa yang benar-benar penting bagi diri sendiri dalam hidup, baik itu pekerjaan, keluarga, kesehatan, atau kegiatan pribadi lainnya. Dengan mengetahui prioritas kepentingan sendiri, kita akan memiliki landasan yang kuat untuk menolak permintaan yang tidak sesuai dengan tujuan dan nilai-nilai pribadi. 2. Buat batasan yang jelas Membuat batasan yang jelas juga menjadi langkah yang wajib diterapkan dalam mengubah kebiasaan sulit menolak permintaan orang lain. Tentukan jenis permintaan yang masih bisa dipertimbangkan dan ditolak secara tegas serta konsisten. Misalnya, saat sedang menghabiskan waktu bersama keluarga, buat 'aturan' untuk tidak menerima ajakan orang lain. Selain itu, jika ada permintaan bantuan terkait panjaman uang, buat juga batasan nominal atau malah tegas menolak. Dengan memiliki batasan yang jelas dan tegas, kita akan dapat lebih mudah mengkomunikasikan keputusan yang dibuat pada orang lain. 3. Latih kemampuan mengatakan "tidak" Mengatakan "tidak" secara tegas dan lugas bisa menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Oleh karena itu, penting untuk melatih kemampuan mengatakan "tidak" dengan tegas namun dengan cara-cara yang mengedepankan sikap sopan dan santun. BACA JUGA 4 Dampak Negatif Tingginya Kadar Kolesterol Terhadap Kesehatan Mata Cobalah untuk berlatih dengan teman atau anggota keluarga terdekat. Berikan alasan yang jelas dan singkat tentang alasan tidak dapat memenuhi permintaan mereka. Dengan latihan yang cukup, rasa nyaman dan percaya diri dalam menolak permintaan yang tidak sesuai dengan keinginan bisa lebih mudah dilakukan. 4. Berhenti merasa bersalah Salah satu alasan utama mengapa menolak permintaan orang lain sulit diubah adalah rasa bersalah yang sering muncul setelahnya. Berhenti merasa bersalah sebab kita juga memiliki hak untuk menjaga keseimbangan hidup dan memprioritaskan diri sendiri. Jangan biarkan rasa bersalah menghambat kita dalam mengambil keputusan yang tepat. Ingat, menolak permintaan orang lain bukan berarti tidak peduli atau tidak mau memberi bantuan. Kita hanya menerapkan standar tentang mana hal yang mampu dilakukan dan tidak untuk orang lain. 5. Ajukan alternatif atau bantuan lain Saat menolak permintaan, kita dapat menawarkan alternatif atau bantuan lain yang masih sesuai dengan kemampuan. Misalnya, jika seseorang meminta bantuan terkait pekerjaan tertentu yang kita tidak dapat sepenuhnya terlibat, tawarkan bantuan sebatas memberikan saran atau mengarahkan mereka kepada sumber daya lain yang mungkin dapat membantu. Cara ini bisa dibilang cukup solutif bagi kedua pihak dan meminimalisir kecewa atau rasa bersalah. Mengubah kebiasaan sulit menolak permintaan orang lain sangat membutuhkan kesadaran diri, ketegasan, dan kemampuan untuk menetapkan batasan yang jelas. Lewat kelima cara di atas, kita akan dapat menciptakan keseimbangan hidup dan menjaga diri sendiri dari kelelahan yang cenderung terlalu membebani diri. Ingat, kita berhak menolak permintaan orang lain dan tidak ada yang salah dengan hal ini. Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS Sebagai manusia, kamu tidak memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengetahui apa yang ada di hati orang lain. Namun, kamu dapat mengetahui, bagaimana seseorang memperlakukan kamu. Apalagi ketika kamu sedang berada dalam sebuah masalah. Apakah orang lain memang benar-benar peduli atau memang hanya sekadar penasaran saja atau kepo. Walaupun ketika menghadapi masalah kamu membutuhkan orang lain di samping kamu. Namun, kamu harus tetap bisa selektif memilih orang-orang tersebut. Sebab jika salah, bukannya mendapatkan solusi, justru bisa menjadi boomerang untuk diri kamu sendiri. Lantas, bagaimana cara memilihnya. Berikut ini adalah beberapa perbedaan orang yang peduli dan hanya kepo yang harus kamu ketahui. 1. Cara Bertanya pada Kamu Ketika bertanya mengenai tentang apa pun, orang yang peduli tidak pernah memaksa kamu harus menanggapi setiap pertanyaan dan terbuka dengan cepat. Dia akan memahami kondisi kamu dan memberi kamu pilihan untuk mau bercerita atau tidak. Berbeda dengan itu, orang yang hanya kepo tentang kamu akan berusaha sekuat tenaga untuk menggali informasi milik kamu. Dia tidak akan memperhatikan sisi lemah kamu, tetapi bersembunyi di balik semua pertanyaannya untuk mendapatkan apa pun yang dia inginkan. 2. Saat Mendengarkan Cerita Kamu Perbedaan selanjutnya terlihat ketika dia mendengarkan cerita kamu. Jika benar-benar peduli, dia akan menjadi pendengar yang baik tanpa memotong cerita kamu sedikit pun. Dia juga tidak akan membicarakan apa pun di luar itu karena mungkin takut menyinggung perasaan kamu. Sebaliknya, orang yang hanya kepo mungkin juga bisa mendengarkan cerita kamu, tetapi ditengah cerita, dia mungkin bisa saja memotong dan menanyakan hal-hal yang tidak benar-benar ada hubungannya dengan semua yang kamu ceritakan. Karena dia mengutamakan untuk keingintahuan dirinya sendiri, sehingga dia lebih tertarik pada topik yang ada di kepalanya. 3. Kehadiran Dia saat Kamu Membutuhkan Karena sifatnya yang murni untuk mengetahui kondisi kamu, maka orang yang benar-benar peduli tidak hanya berada didekat kamu saat kamu sedang tertimpa musibah. Dia akan hadir dan selalu ada di setiap kondisi kamu, baik itu senang, maupun sedih. Karena rasa kepeduliannya benar-benar tulus tanpa pamrih. Sementara, kehadiran orang yang hanya kepo atau sekadar penasaran dapat terlihat sangat drastis ketika kamu sedang ditimpa musibah dengan hari-hari biasanya. Dia hanya datang mengambil keuntungan dari ceria sedih yang kamu berikan. Entah itu untuk dijadikan sebagai bahan gosip, kepuasaan pribadi, atau sekedar iseng. 4. Alasan Ketika Membantu Kamu Orang yang peduli akan membantu kamu, karena itulah tujuan dari awal. Dia membuat kamu tidak lagi berada dalam kesulitan. Selain membuat kamu lebih bahagia, membantu kamu membuat dia merasa lebih lega karena bisa menyalurkan kepeduliannya. Sementara orang yang hanya kepo ingin membantu kamu karena ada tujuan yang lain. Mungkin dia ingin mendapatkan pujian dari orang lain, karena berada didekat kamu ketika kamu berada dalam suatu masalah. Nah, itulah empat perbedaan orang yang peduli dan hanya kepo, untuk itu kamu jangan sampai salah memilih orang dalam membagikan masalah kamu. Semoga membantu! Sikap peduli dan sekadar ingin tahu atau kepo memang bisa dibilang sangat mirip. Tidak heran banyak yang lebih memilih memendam masalah dan kesedihannya sendiri, ketimbang harus bercerita pada orang lain. Untuk mengantisipasi hal seperti ini, kamu perlu mengetahui perbedaan antara orang yang benar-benar peduli denganmu atau hanya sekadar ingin tahu melalui 4 poin berikut. 1. Alasan Ketika Membantumu Orang yang peduli akan sungguh-sungguh dalam membantumu, karena memang itu tujuannya. Ia tidak lagi ingin kamu merasa kesulitan, sehingga berusaha membuatmu kembali bahagia. Situasi ini juga menjadikannya lebih lega. Berbeda dengan orang kepo yang membantumu karena memiliki tujuan lain. Misal, ingin dipuji sehingga seringkali perbuatannya tersebut dibagikan kepada publik melalui akun media sosial layaknya testimoni. Satu contoh caption atau keterangannya terdapat pada kalimat berikut, "Alhamdulillah, udah nggak ngerasa sedih lagi ya bestie. Jgn sungkan-sungkan curhat ke akuu. Yg lain yg mau cerita juga aku open". 2. Perhatikan Pertanyaan dan Caranya Mengajukan Hal Tersebut Biasanya, orang yang benar-benar peduli akan bertanya seperlunya, di mana hanya ingin mengetahui kondisimu. Ia juga tidak memaksamu bercerita karena lebih baik menunggu kamu melakukannya sendiri. Sementara orang yang kepo akan memberikan banyak pertanyaan disertai paksaan hingga membuatmu menjadi kurang nyaman dan risih. Buruknya lagi, informasi tersebut dikumpulkan untuk disebarkan kepada publik. Jadi, kamu perlu waspada! 3. Lihat Sikapnya saat Mendengarkan Ceritamu Selanjutnya, orang peduli cenderung bisa menjadi pendengar yang baik tanpa memotong ceritamu. Ia juga tidak akan membahas atau bertanya sesuatu yang dirasa dapat menyinggung perasaanmu. Maka ia lebih sering diam dan memendamnya. Lalu, orang yang kepo juga bisa mendengarkan ceritamu. Namun, ia seringkali memotong pembicaraan dengan pertanyaan yang sebetulnya tidak perlu diajukan. Hal ini karena rasa ingin tahunya yang tinggi, sehingga hanya tertarik pada topik yang ada di pikirannya. 4. Keberadaannya saat Kamu Butuh Teman Cerita Dikarenakan memiliki sifat tulus, orang yang benar-benar peduli akan selalu ada saat kamu membutuhkannya. Baik dalam keadaan sedih, susah, maupun senang. Intinya, ia pasti siap mendengarkan semua ceritamu. Berbeda dengan orang kepo yang biasanya hanya peduli dengan kesedihanmu. Itupun karena rasa ingin tahunya yang tinggi, dimana usai mengetahui cerita dan kondisimu akan disebarkan kepada rekan-rekan lainnya. Menyebalkan, ya! Itulah empat perbedaan orang yang benar-benar peduli dan hanya sekadar ingin tahu atau kepo. Kira-kira, kamu termasuk kelompok yang mana, nih?